Selasa, 01 Juli 2014

Konvergensi PSAK ke IFRS


Kelas : 4eb04
Kelompok : Kanada
Anggota Kelompok :
       Dimas Tri Ariadi (22210050)
                   Hendra (23210205)
                   M Fajrin (24210495)
                   M Ethwin Ibnu T (24210667)
                   Yuda Nurdiandani (28210699)

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Akuntansi pada dasarnya seperti pedang bermata dua, di satu sisi bisa menjadi bahasa yang menyampaikan informasi keuangan yang bermanfaat bagi para stakeholder, namun di sisi lain bisa menjadi racun ketika informasi yang disajikannya ternyata tidak benar. Akuntansi disebut sebagai bahasa bisnis karena merupakan suatu alat untuk menyampaikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang memerlukannya. Semakin baik kita mengerti bahasa tersebut, maka semakin baik pula keputusan kita, dan semakin baik kita dalam mengelola keuangan. Untuk menyampaikan informasi-informasi tersebut, maka digunakanlah laporan akuntansi atau yang dikenal sebagai laporan keuangan.
International Accounting Standards, yang lebih dikenal sebagai International Financial Reporting Standards (IFRS), merupakan standar tunggal pelaporan akuntansi yang memberikan penekanan pada penilaian (revaluation) profesional dengan disclosures yang jelas dan transparan mengenai substansi ekonomis transaksi, penjelasan hingga mencapai kesimpulan tertentu. Standar ini muncul akibat tuntutan globalisasi yang mengharuskan para pelaku bisnis di suatu Negara ikut serta dalam bisnis lintas negara. Untuk itu diperlukan suatu standar internasional yang berlaku sama di semua Negara untuk memudahkan proses rekonsiliasi bisnis. Perbedaan utama standar internasional ini dengan standar yang berlaku di Indonesia terletak pada penerapan revaluation model, yaitu kemungkinkan penilaian aktiva menggunakan nilai wajar, sehingga laporan keuangan disajikan dengan basis ‘true and fair‘.


Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui apakah dampak bagi pelaporan keuangan suatu perushaan setelah mengadopsi IFRS.


PEMBAHASAN

Konvergensi PSAK ke IFRS

Dua puluh Sembilan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) masuk dalam program konvergensi IFRS yang dicanangkan DSAK IAI tahun 2009 dan 2010.
"Sasaran konvergensi IFRS yang telah dicanangkan IAI pada tahun 2012 adalah merevisi PSAK agar secara material sesuai dengan IFRS versi 1 Januari 2009 yang berlaku efektif tahun 2011/2012," demikian disampaikan Ketua DSAK IAI Rosita Uli Sinaga pada Public Hearing Eksposure Draft PSAK 1 (Revisi 2009) tentang Penyajian Laporan Keuangan, di Jakarta Kamis 20 Agustus 2009 lalu.
Program konvergensi DSAK selama tahun 2009 adalah sebanyak 12 Standar, yang meliputi:

1. IFRS 2 Share-based payment
2. IAS 21 The effects of changes in foreign exchange rates
3. IAS 27 Consolidated and separate financial statements
4. IFRS 5 Non-current assets held for sale and discontinued operations
5. IAS 28 Investments in associates
6. IFRS 7 Financial instruments: disclosures
7. IFRS 8 Operating segment
8. IAS 31 Interests in joint ventures
9. IAS 1 Presentation of financial
10. IAS 36 Impairment of assets
11. IAS 37 Provisions, contingent liabilities and contingent asset
12. IAS 8 Accounting policies, changes in accounting estimates and errors
13. Program konvergensi DSAK selama tahun 2010 adalah sebanyak 17 Standar sebagai berikut:
1. IAS 7 Cash flow statements
2. IAS 41 Agriculture
3. IAS 20 Accounting for government grants and disclosure of government assistance
4. IAS 29 Financial reporting in hyperinflationary economies
5. IAS 24 Related party disclosures
6. IAS 38 Intangible Asset
7. IFRS 3 Business Combination
8. IFRS 4 Insurance Contract
9. IAS 33 Earnings per share
10. IAS 19 Employee Benefits
11. IAS 34 Interim financial reporting
12. IAS 10 Events after the Reporting Period
13. IAS 11 Construction Contracts
14. IAS 18 Revenue
15. IAS 12 Income Taxes
16. IFRS 6 Exploration for and Evaluation of Mineral Resources
17. IAS 26 Accounting and Reporting by Retirement Benefit Plan


Banyaknya standar yang harus dilaksanakan dalam program konvergensi ini menjadi tantangan yang cukup berat bagi DSAK IAI periode 2009-2012. Implementasi program ini akan dipersiapkan sebaik mungkin oleh IAI. Dukungan dari semua pihak agar proses konvergensi ini dapat berjalan dengan baik tentunya sangat diharapkan. Ditambahkan bahwa tantangan konvergensi IFRS 2012 adalah kesiapan praktisi akuntan manajemen, akuntan publik, akademisi, regulator serta profesi pendukung lainnya seperti aktuaris dan penilai.

Akuntan Publik diharapkan dapat segera mengupdate pengetahuannya sehubungan dengan perubahan SAK, mengupdate SPAP dan menyesuaikan pendekatan audit yang berbasis IFRS. Akuntan Manajemen/Perusahaan dapat mengantisipasi dengan segera membentuk tim sukses konvergensi IFRS yang bertugas mengupdate pengetahuan Akuntan Manajeman, melakukan gap analysis dan menyusun road map konvergensi IFRS serta berkoordinasi dengan proyek lainnya untuk optimalisasi sumber daya.

Akuntan Akademisi/Universitas diharapkan dapat membentuk tim sukses konvergensi IFRS untuk mengupdate pengetahuan Akademisi, merevisi kurikulum dan silabus serta melakukan berbagai penelitian yang terkait serta Memberikan input/komentar terhadap ED dan Discussion Papers yang diterbitkan oleh DSAK maupun IASB. Regulator perlu melakukan penyesuaian regulasi yang perlu terkait dengan pelaporan keuangan dan perpajakan serta melakukan upaya pembinaan dan supervisi terhadap profesi yang terkait dengan pelaporan keuanganseperti penilai dan aktuaris. Asosiasi Industri diharap dapat menyusun Pedoman Akuntansi Industri yang sesuai dengan perkembangan SAK, membentuk forum diskusi yang secara intensif membahas berbagai isu sehubungan dengan dampak penerapan SAK dan secara proaktif memberikan input/komentar kepada DSAK IAI.

Program Kerja DSAK lainnya yaitu: Mencabut PSAK yang sudah tidak relevan karena mengadopsi IFRS; Mencabut PSAK Industri; Mereformat PSAK yang telah diadopsi dari IFRS dan diterbitkan sebelum 2009; Melakukan kodifikasi penomoran PSAK dan konsistensi penggunaan istilah; Mengadopsi IFRIC dan SIC per 1 January 2009; Memberikan komentar dan masukan untuk Exposure Draft dan Discussion Paper IASB; Aktif berpartisipasi dalam berbagai pertemuan organisasi standard setter, pembuat standar regional/internasional; serta Menjalin kerjasama lebih efektif dengan regulator, asosiasi industri dan universitas dalam rangka konvergensi IFRS.

IFRS merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standard Board (IASB). Standar Akuntansi Internasional (International Accounting Standards/IAS) disusun oleh empat organisasi utama dunia yaitu Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB), Komisi Masyarakat Eropa (EC), Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC), dan Federasi Akuntansi Internasioanal (IFAC).
Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB) yang dahulu bernama Komisi Standar Akuntansi Internasional (AISC), merupakan lembaga independen untuk menyusun standar akuntansi. Organisasi ini memiliki tujuan mengembangkan dan mendorong penggunaan standar akuntansi global yang berkualitas tinggi, dapat dipahami dan dapat diperbandingkan (Choi et al., 1999 dalam Intan Immanuela, puslit2.petra.ac.id)

Natawidnyana(2008), menyatakan bahwa Sebagian besar standar yang menjadi bagian dari IFRS sebelumnya merupakan International Accounting Standards (IAS). IAS diterbitkan antara tahun 1973 sampai dengan 2001 oleh International Accounting Standards Committee (IASC). Pada bulan April 2001, IASB mengadospsi seluruh IAS dan melanjutkan pengembangan standar yang dilakukan.


Struktur IFRS

International Financial Reporting Standards mencakup:
• International Financial Reporting Standards (IFRS) – standar yang diterbitkan setelah tahun 2001
• International Accounting Standards (IAS) – standar yang diterbitkan sebelum tahun 2001
• Interpretations yang diterbitkan oleh International Financial Reporting Interpretations Committee (IFRIC) – setelah tahun 2001
• Interpretations yang diterbitkan oleh Standing Interpretations Committee (SIC) – sebelum tahun 2001 (www.wikipedia.org)

Secara garis besar ada empat hal pokok yang diatur dalam standar akuntansi. Yang pertama berkaitan dengan definisi elemen laporan keuangan atau informasi lain yang berkaitan. Definisi digunakan dalam standar akuntansi untuk menentukan apakah transaksi tertentu harus dicatat dan dikelompokkan ke dalam aktiva, hutang, modal, pendapatan dan biaya. Yang kedua adalah pengukuran dan penilaian. Pedoman ini digunakan untuk menentukan nilai dari suatu elemen laporan keuangan baik pada saat terjadinya transaksi keuangan maupun pada saat penyajian laporan keuangan (pada tanggal neraca). Hal ketiga yang dimuat dalam standar adalah pengakuan, yaitu kriteria yang digunakan untuk mengakui elemen laporan keuangan sehingga elemen tersebut dapat disajikan dalam laporan keuangan. Yang terakhir adalah penyajian dan pengungkapan laporan keuangan. Komponen keempat ini digunakan untuk menentukan jenis informasi dan bagaimana informasi tersebut disajikan dan diungkapkan dalam laporan keuangan. Suatu informasi dapat disajikan dalam badan laporan (Neraca, Laporan Laba/Rugi) atau berupa penjelasan (notes) yang menyertai laporan keuangan (Chariri, 2009).

Proses Konvergensi PSAK ke IFRS

Indonesia saat ini belum mewajibkan bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia menggunakan IFRS melainkan masih mengacu kepada standar akuntansi keuangan lokal. Dewan Pengurus Nasional IAI bersama-sama dengan Dewan Konsultatif SAK dan Dewan SAK merencanakan tahun 2012 akan menerapkan standar akuntansi yang mendekati konvergensi penuh kepada IFRS.
IFRS (International Financial Reporting Standard) merupakan pedoman penyusunan laporaan keuangan yang diterima secara global. Sejarah terbentuknya pun cukup panjang dari terbentuknya IASC/ IAFC, IASB, hingga menjadi IFRS seperti sekarang ini. Jika sebuah negara menggunakan IFRS, berarti negara tersebut telah mengadopsi sistem pelaporan keuangan yang berlaku secara global sehingga memungkinkan pasar dunia mengerti tentang laporan keuangan perusahaan di negara tersebut berasal.

Indonesia pun akan mengadopsi IFRS secara penuh pada 2012 nanti, seperti yang dilansir IAI pada peringatan HUT nya yang ke – 51. Dengan mengadopsi penuh IFRS, laporan keuangan yang dibuat berdasarkan PSAK tidak memerlukan rekonsiliasi signifikan dengan laporan keuangan berdasarkan IFRS. Adopsi penuh IFRS diharapkan memberikan manfaat :
1. memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan menggunakan SAK yang dikenal secara internasional
2. meningkatkan arus investasi global
3. menurunkan biaya modal melalui pasar modal global dan menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan

Dari data-data di atas kebutuhan Indonesia untuk turut serta melakukan program konverjensi tampaknya sudah menjadi keharusan jika kita tidak ingin tertinggal. Sehingga, dalam perkembangan penyusunan standar akuntansi di Indonesia oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) tidak dapat terlepas dari perkembangan penyusunan standar akuntansi internasional yang dilakukan oleh International Accounting Standards Board (IASB). Standar akuntansi keuangan nasional saat ini sedang dalam proses secara bertahap menuju konverjensi secara penuh dengan International Financial Reporting Standards yang dikeluarkan oleh IASB. Adapun posisi IFRS/IAS yang sudah diadopsi hingga saat ini dan akan diadopsi pada tahun 2009 dan 2010 adalah seperti yang tercantum dalam daftar- daftar berikut ini.

Tabel 1:
IFRS/IAS yang Telah Diadopsi ke dalam PSAK hingga 31 Desember 2008
1. IAS 2 Inventories
2. IAS 10 Events after balance sheet date
3. IAS 11 Construction contracts
4. IAS 16 Property, plant and equipment
5. IAS 17 Leases
6. IAS 18 Revenues
7. IAS 19 Employee benefits
8. IAS 23 Borrowing costs
9. IAS 32 Financial instruments: presentation
10. IAS 39 Financial instruments: recognition and measurement
11. IAS 40 Investment propert

Tabel 2:
IFRS/IAS yang Akan Diadopsi ke dalam PSAK pada Tahun 2009
1. IFRS 2 Share-based payment
2. IFRS 4 Insurance contracts
3. IFRS 5 Non-current assets held for sale and discontinued operations
4. IFRS 6 Exploration for and evaluation of mineral resources
5. IFRS 7 Financial instruments: disclosures
6. IAS 1 Presentation of financial statements
7. IAS 27 Consolidated and separate financial statements
8. IAS 28 Investments in associates
9. IFRS 3 Business combination
10. IFRS 8 Segment reporting
11. IAS 8 Accounting policies, changes in accounting estimates and errors
12. IAS 12 Income taxes
13. IAS 21 The effects of changes in foreign exchange rates
14. IAS 26 Accounting and reporting by retirement benefit plans
15. IAS 31 Interests in joint ventures
16. IAS 36 Impairment of assets
17. IAS 37 Provisions, contingent liabilities and contingent assets
18. IAS 38 Intangible assets

Tabel 3:
IFRS/IAS yang Akan Diadopsi ke dalam PSAK pada Tahun 2010
1. IAS 7 Cash flow statements
2. IAS 20 Accounting for government grants and disclosure of government assistance
3. IAS 24 Related party disclosures
4. IAS 29 Financial reporting in hyperinflationary economies
5. IAS 33 Earning per share
6. IAS 34 Interim financial reporting

Dan untuk hal-hal yang tidak diatur standar akuntansi internasional, DSAK akan terus mengembangkan standar akuntansi keuangan untuk memenuhi kebutuhan nyata di Indonesia, terutama standar akuntansi keuangan untuk transaksi syariah, dengan semakin berkembangnya usaha berbasis syariah di tanah air. Landasan konseptual untuk akuntansi transaksi syariah telah disusun oleh DSAK dalam bentuk Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Syariah. Hal ini diperlukan karena transaksi syariah mempunyai karakteristik yang berbeda dengan transaksi usaha umumnya sehingga ada beberapa prinsip akuntansi umum yang tidak dapat diterapkan dan diperlukan suatu penambahan prinsip akuntansi yang dapat dijadikan landasan konseptual. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan untuk transaksi syariah akan dimulai dari nomor 101 sampai dengan 200. (SY)

Indonesia harus mengadopsi standar akuntansi internasional (International Accounting Standard/IAS) untuk memudahkan perusahaan asing yang akan menjual saham di negara ini atau sebaliknya. Namun demikian, untuk mengadopsi standar internasional itu bukan perkara mudah karena memerlukan pemahaman dan biaya sosialisasi yang mahal.

Membahas tentang IAS saat ini lembaga-lembaga yang aktif dalam usaha harmonisasi standar akuntansi ini antara lain adalah IASC (International Accounting Standard Committee), Perserikatan Bangsa-Bangsa dan OECD (Organization for Economic Cooperation and Development). Beberapa pihak yang diuntungkan dengan adanya harmonisasi ini adalah perusahaan-perusahaan multinasional, kantor akuntan internasional, organisasi perdagangan, serta IOSCO (International Organization of Securities Commissions).

Iqbal, Melcher dan Elmallah (1997:18) mendefinisikan akuntansi internasional sebagai akuntansi untuk transaksi antar negara, pembandingan prinsip-prinsip akuntansi di negara-negara yang berlainan dan harmonisasi standar akuntansi di seluruh dunia. Suatu perusahaan mulai terlibat dengan akuntansi internasional adalah pada saat mendapatkan kesempatan melakukan transaksi ekspor atau impor. Standard akuntansi internasional (IAS) adalah standard yang dapat digunakan perusahaan multinasional yang dapat menjembatani perbedaan-perbedaan antar Negara, dalam perdagangan multinasional.

IASC didirikan pada tahun 1973 dan beranggotakan anggota organisasi profesi akuntan dari sepuluh negara. Di tahun 1999, keanggotaan IASC terdiri dari 134 organisasi profesi akuntan dari 104 negara, termasuk Indonesia. Tujuan IASC adalah (1) merumuskan dan menerbitkan standar akuntansi sehubungan dengan pelaporan keuangan dan mempromosikannya untuk bisa diterima secara luas di seluruh dunia, serta (2) bekerja untuk pengembangan dan harmonisasi standar dan prosedur akuntansi sehubungan dengan pelaporan keuangan.
IASC memiliki kelompok konsultatif yang disebut IASC Consultative Group yang terdiri dari pihak-pihak yang mewakili para pengguna laporan keuangan, pembuat laporan keuangan, lembaga-lembaga pembuat standar, dan pengamat dari organisasi antar-pemerintah. Kelompok ini bertemu secara teratur untuk membicarakan kebijakan, prinsip dan hal-hal yang berkaitan dengan peranan IASC.

IFRS (Internasional Financial Accounting Standard) adalah suatu upaya untuk memperkuat arsitektur keungan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap kurangnya transparansi informasi keuangan.
Tujuan IFRS adalah : memastikan bahwa laporan keungan interim perusahaan untuk periode-periode yang dimaksukan dalam laporan keuangan tahunan, mengandung informasi berkualitas tinggi yang :

1. transparansi bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang peiode yang disajikan
2. menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS
3. dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna

Manfaat dari adanya suatu standard global:

1. Pasar modal menjadi global dan modal investasi dapat bergerak di seluruh dunia tanpa hambatan berarti. Stadart pelaporan keuangan berkualitas tinggi yang digunakan secara konsisten di seluruh dunia akan memperbaiki efisiensi alokasi local
2. investor dapat membuat keputusan yang lebih baik
3. perusahaan-perusahaan dapat memperbaiki proses pengambilan keputusan mengenai merger dan akuisisi
4. gagasan terbaik yang timbul dari aktivitas pembuatan standard dapat disebarkan dalam mengembangkan standard global yang berkualitas tertinggi.

Hamonisasi telah berjalan cepat dan efektif, terlihat bahwa sejumlah besar perusahaan secara sukarela mengadopsi standard pelaporan keuangan Internasional (IFRS). Banyak Negara yang telah mengadopsi IFRS secara keseluruhan dan menggunakan IFRS sebagai dasar standard nasional. Hal ini dilakukan untuk menjawab permintaan investor institusional dan pengguna laporan keuangan lainnya.

Usaha-usaha standard internasional ini dilakukan secara sukarela, saat standard internasional tidak berbeda dengan standard nasional, maka tidak akan ada masalah, yang menjadi masalah, apabila standard internasional berbeda dengan standard nasional. Bila hal ini terjadi, maka yang didahulukan adalah standard nasional (rujukan pertama).

Banyak pro dan kontra dalam penerapan standard internasional, namun seiring waktu, Standard internasional telah bergerak maju, dan menekan Negara-negara yang kontra. Contoh : komisi pasar modal AS, SEC tidak menerima IFRS sebagai dasar pelaporan keuangan yang diserahkan perusahaan-perusahaan yang mencatatkan saham pada bursa efek AS, namun SEC berada dalam tekanan yang makin meningkat untuk membuat pasar modal AS lebih dapat diakses oleh para pembuat laporan non-AS. SEC telah menyatakan dukungan atas tujuan IASB untuk mengembangkan standard akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan yang digunakan dalam penawaran lintas batas.

Dengan pengadopsian IFRS memang diperuntukkan sebagai contoh bahwa dalam hidup kita memang mengalami perubahan, dan perubahan ini terjadi akibat adanya perkembangan dari segala aspek. Namun dalam mengadopsi IFRS , sayangnya masih terdapat pihak-pihak yang mungkin menentangnya, contoh alasannya adalah pemahaman yang mungkin masih dirasa kurang. Mengapa tidak, IFRS ini dalam penjelasannya masih menggunakan bahasa Inggris yang berarti kita harus menerjemahkannya kedalam bahasa yang sesuai dengan Negara yang akan menganutnya. Dengan ini, permasalahannya adalah kita memerlukan banya waktu untuk menerjemahkan. Serta anggapan bahwa dengan pengubahan ini menimbulkan biaya yang lumayan besar. Karena inilah pengadopsian IFRS di Indonesia belum berjalan.

Sumber : http://theinspiringblog.blogspot.com/2011/02/konvergensi-ifrs-international.html

Analisis terhadap PT. INDOFOOD AGRI RESOURCE LTD


Kelas : 4eb04
Kelompok : Kanada
Nama anggota kelompok :
Dimas Tri Ariadi (22210050)
                   Hendra (23210205)
                   M Fajrin (24210495)
                   M Ethwin Ibnu T (24210667)
                   Yuda Nurdiandani (28210699)

ANALISIS
Kami melakukan analisa terhadap PT. INDOFOOD AGRI RESOURCE LTD. Dengan menggunakan annual report tahun 2013. Di sini kami menelaah liquidity ratio. Liquidity Ratio
Adalah ratio keuangan yang mengambil data dari laporan neraca (balance sheet) dan bertujuan untuk mengukur apakah sebuah perusahaan memiliki dana yang cukup cair sehingga dapat membayar kewajiban/hutang jangka pendek maupun jangka panjang.

CURRENT RATIO
Current ratio = Total Current Assets / Total Current Liabilities
6,938,318 / 6,504,351 = 100.5%
Dari data ini kita dapat menyimpulkan bahwa current ratio dari PT. INDOFOOD AGRI RESOURCE LTD. masih berada diatas 100%, hal ini membuktikan bahwa current ratio-nya masih dalam tahap aman. Berarti ini menunjukkan bahwa tersedianya kas PT. INDOFOOD AGRI RESOURCE LTD. untuk membayar kewajibannya. Selama current ratio perusahaan diatas 100% maka perusahaan masih dapat dikatakan liquid.

QUICK RATIO
Quick ratio = *Total Quick Assets / Total Current Liabilities
*Total quick assets = total current assets – inventories
6,938,318 - 1,139,637 = 5.798, 681
Quick ratio = 5.798, 681 / 6,504,351 = 89.1%

Pada tahun 2013, quick ratio PT INDOFOOD AGRI RESOURCE TBK 89.1% yang diperoleh dengan perbandingan quick asset sebesar Rp. 5.798, 681 dengan hutang lancar Rp. 6,504,351 Hal ini berarti setiap Rp1, hutang lancar belom bisa dijamin oleh quick asset sebesar Rp0.89.





DEBT TO EQUITY RATIO
Debt to equity ratio = Total Liabilities / Owners Equity or Net worth
14,871,604 / 22,833,234 = 65.1%

Dengan total liabilities 14.871,604 dan owners equity sebesar 22.833,234 yang dimiliki perusahaan maka debt to equity ratio perusahaan adalah sebesar 65.1%. DER dengan angka dibawah 100%, mengindikasikan bahwa perusahaan memilki hutang yang lebih kecil dari ekuitas yang dimiliki. Artinya perusahaan memiki utang yang wajar karena masih dibawah 100%.

Kesimpulan:
Dengan melihat dari current ratio. quick ratio, dan debt to equity ratio maka kita apa menyimpulkan bahwa PT. INDOFOOD AGRI RESOURCE TBK. adalah perusahaan yang liquid dengan current ratio 100,5% , quick ratio sebesar 89,1% dan debt to equity ratio sebesar 65,1%. Dengan begitu, maka perusahaan ini memiliki dana yang cukup cair untuk membayar kewajiban-kewajiban / hutang jangka pendek maupun jangka panjang.

Selasa, 29 April 2014

Tugas Akuntansi Internasional ( Kanada )



 Nama        : Dimas Tri Ariadi (22210050)
                   Hendra (23210205)
                   M Fajrin (24210495)
                   M Ethwin Ibnu T (24210667)
                   Yuda Nurdiandani (28210699)

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang masalah

Akuntansi menurut american Insitute of Certified Public Accounting (AICPA) adalah suatu seni pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran dengan cara tertentu dalam ukuran moneter, transaksi, dan kejadian-kejadian yang umumnya bersifat keuangan dan termasuk menfasirkan hasil-hasilnya.
Akuntansi menurut American Accounting Association adalah “Accounting as the process identifiying, measuring, and communicating economic information to permit informed judgements and decisions by users of the information” “Akuntansi merupakan : Proses mengidentifikasikan, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi, untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut “”(Wilopo, 2005 : 9).
Akuntansi Internasional menurut Iqbal, Melcher dan Elmallah (1997:18) mendefinisikan akuntansi internasional sebagai akuntansi untuk transaksi antar negara, pembandingan prinsip-prinsip akuntansi di negara-negara yang berlainan dan harmonisasi standar akuntansi di seluruh dunia. Suatu perusahaan mulai terlibat dengan akuntansi internasional adalah pada saat mendapatkan kesempatan melakukan transaksi ekspor atau impor.
Menurut (Choi 2005) akuntansi internasional memiliki tiga pengertian yaitu:
1.      Pertama, konsep parent foreign subsidiary accounting
Menganggap bahwa akuntansi internasional hanya proses penyusunan laporan     konsolidasi antara perusahaan induk dan cabang yang berada di berbagai Negara
2.      Kedua, konsep comparative/international accounting
Menekankan pada upaya mempelajari perbedaan akuntansi di berbagai Negara
3.      Ketiga, universal atau world accounting
Kerangka/konsep teori dan prinsip akuntansi yang berlaku di semua Negara
Kanada sebagai negara persemakmuran (commonwealth) dari Inggris sedikit banyak mengadopsi sistem pemerintahan serta konstitusi-konstitusi yang diadopsi dari konstitusi Inggris. Selain itu Kanada juga secara simbolik dipimpin oleh Ratu Inggris meskipun dalam pelaksanaannya lebih banyak banyak diwakilkan kepada gubernur jenderal ataupun perdana menteri.

B.     Tujuan

1.      Agar dapat memahami definisi sistem akuntansi internasional
2.      Memahami sistem akuntansi di negara kanada

C.     Rumusan masalah

1.      Bagaimana sistem akuntansi internasional
2.      Bagaimana sistem akuntansi di Negara kanada


  BAB II
LANDASAN TEORI

Sistem Akuntansi Praktisi akuntansi dikenal sbg akuntan. Akuntan bersertifikat resmi memiliki gelar tertentu yg berbeda di tiap negara. Contohnya adalah Chartered Accountant (FCA, CA or ACA), Chartered Certified Accountant (ACCA atau FCCA), Management Accountant (ACMA, FCMA atau AICWA), Certified Public Accountant (CPA), & Certified General Accountant (CGA). Di Indonesia, akuntan publik yg bersertifikat disebut CPA Indonesia (sebelumnya: BAP atau Bersertifikat Akuntan Publik).
A.    Akuntansi modern
Inti akuntansi keuangan modern ada pada sistem pembukuan berpasangan. Sistem ini melibatkan pembuatan paling tidak 2 masukan untuk setiap transaksi: satu debit pada sesuatu akun, & satu kredit terkait pada akun lain. Jumlah keseluruhan debit harus selalu sama dgn jumlah keseluruhan kredit. Cara ini akan memudahkan pemeriksaan jika terjadi kesalahan. Cara ini diketahui pertama kali digunakan pada abad pertengahan di Eropa, walaupun ada pula yg berpendapat bahwa cara ini sudah digunakan sejak zaman Yunani kuno.

Reformasi akuntansi dalam berbagai bentuk selalu terjadi pada tiap generasi untuk mempertahankan relevansi pembukuan dengan aset kapital atau kapasitas produksi. Walaupun demikian, hal ini tidak mengubah prinsip-prinsip dasar akuntansi, yg memang diharapkan tidak bergantung pada pengaruh ekonomi seperti itu.
Akuntasi Amerika Serikat, akuntan yang berpraktik disebut Certified Public Accountant (CPA), Certified Internal Auditor (CIA) & Certified Management Accountant (CMA). Perbedaan jenis sertifikasi adalah dalam hal jenis-jenis jasa yg ditawarkan, walaupun mungkin saja satu orang memiliki lbh dari satu sertifikat. Sebagai tambahan, byk pekerjaan akuntansi dikerjakan oleh seseorang tanpa memiliki sertifikasi namun di bawah pengawasan seorang akuntan bersertifikat.
Sertifikasi CIA dikeluarkan oleh Institute of Internal Auditors (IIA), yg diberikan kpada kandidat yg lulus dalam 4 bagian ujian. CIA kebanyakan memberikan jasanya kepada pemberi kerja langsung bukan kepada publik.

Sertifikasi CMA diberikan oleh Institute of Management Accountants (IMA), yg diberikan kpada kandidat yg dinyatakan lulus dalam 4 bagian ujian & memenuhi pengalaman praktik tertentu berdasarakan ketentuan IMA. CMA kebanyakan memberikan jasanya kpada pemberi kerja langsung bukan kpada publik. CMA juga bisa menawarkan jasanya kpada publik, namun dgn lingkup yg lbh kecil dibanding CPA.
Sertifikasi CPA dikeluarkan di negara bagian tempat kedudukan yg bersangkutan berupa izin ukt menawarkan jasa auditing kpada publik, walaupun kebanyakan kantor akuntan juga menawakan jasa akuntansi, perpajakan, bantuan litigasi & konsultansi keuangan lainnya. Persyaratan ukt mendapat sertifikat CPA bervariasi di antara negara bagian, namun ujian Uniform Certified Public Accountant diharuskan di setiap negara bagian. Ujian ini dibuat & diperiksa oleh American Institute of Certified Public Accountants.
Kanada
Di Kanada, ada tiga lembaga yang menangani akuntansi: the Canadian Institute of Chartered Accountants (CA), the Certified General Accountants Association of Canada (CGA), dan the Society of Management Accountants of Canada (CMA). CA dan CGA dibentuk berdasarkan Undang-undang Parlemen berturut-turut pada tahun 1902 dan 1913 sedangkan CMA didirikan dalam tahun 1920.
Program CA difokuskan menjadi akuntan publik dan kandidat harus memiliki pengalaman auditing dari kantor akuntan publik; program CGA memberikan kebebasan bagi kandidatnya untuk memilih karier di bidanga keuangan; program CMA memfokuskan diri pada akuntansi manajemen. Ketiganya mengharuskan setiap kandidat untuk mendapatkan gelar kesarjanaan dan pengalaman praktik sebelum memperoleh sertifikasi.
Kanada, secara historis dikenal sebagai Dominion of Canada, adalah negara paling utara di Amerika Utara. Merupakan federasi dari 10 provinsi dan 3 teritori dengan sistem desentralisasi dan pemerintahan berbentuk monarki konstitusional. Dibentuk tahun 1867 dengan undang-undang Konfederasi.
Ibu kota Kanada adalah Ottawa, tempat parlemen nasional dan juga tempat tinggal Gubernur Jenderal dan Perdana Menteri. Merupakan bekas jajahan Perancis dan Britania Raya, Kanada adalah anggota La Francophonie dan Negara Persemakmuran.   

Luas total Kanada 9.984.670 kilometer persegi. 
Dari jumlah ini, 9.093.507 kilometerpersegi berupa daratan
dan 891.163 kilometer persegi adalah perairan. 
Wilayah Kanada adalah yang terbesar kedua di dunia (setelah Rusia yang memiliki luas total 17.075.000 kilometer persegi).

Sebagai negara maju, Kanada juga mempunyai standar akuntansi pemerintahan yang digunakan di negaranya. Karena masing-masing negara mempunyai standar yang berbeda untuk akuntansi pemerintahannya, begitu pula yang di Kanada. Yang pasti akan sangat berbeda dengan akuntansi pemerintahan di negara kita, Indonesia. Mungkin standarnya akan lebih rumit.

Sektor Publik Dewan Akuntansi
Dewan Akuntansi Sektor Publik (PSAB) dibentuk pada tahun 1981 oleh Institute of Chartered Kanada.  Akuntan setelah berkonsultasi dengan berbagai stakeholder pejabat tinggi pemerintah. Para pemangku kepentingan melihat dibutuhkanya pendekatan nasional, sebanding dan konsisten untuk pelaporan keuangan oleh pemerintah di Kanada. Dari tahun 1981 sampai tahun 1989, Dewan difokuskan pada penyediaan standar akuntansi untuk, federal provinsi dan wilayah pemerintah (pemerintah tinggi). Pada tahun 1989, PSAB memperluas kegiatannya untuk mencakup pemerintah lokal. Pada Awal tahun 2009, Dewan menerima tanggung jawab untuk menetapkan standar akuntansi dan bimbingan bagi organisasi pemerintah keseluruhan . Sebuah organisasi pemerintah adalah sebuah organisasi yang dikendalikan oleh pemerintah.

Sifat penetapan standar di sektor publik
Tidak seperti penetapan standar di sektor swasta, tidak ada persyaratan hukum yang disetujui oleh orang lain yang membutuhkan pemerintah tinggi  untuk mengikuti standar yang dikeluarkan oleh PSAB. Namun, mereka mengharuskan untuk mematuhi peraturan mereka. Organisasi pemerintah-pemerintah tersebut umumnya dibutuhkan oleh masing-masing pemerintah untuk mengadopsi standar yang dikeluarkan oleh PSAB. Pemerintah daerah dan organisasi mereka umumnya disyaratkan dalam provinsi undang-undang atau peraturan untuk mengikuti standar yang dikeluarkan oleh PSAB.

Misi
Misi PSAB adalah untuk melayani kepentingan publik dengan menetapkan standar dan memberikan panduan bagi keuangan dan informasi lain yang dilaporkan oleh kinerja sektor publik di Kanada.

Peran
PSAB menetapkan standar akuntansi dan pedoman lainnya bagi pemerintah dan organisasi mereka. Itu dilakukan untuk meningkatkan informasi yang tersedia untuk pengambilan keputusan dan untuk meningkatkan akuntabilitas entitas sektor public

Tanggung jawab
Dalam menetapkan standar dan pedoman lainnya, PSAB akan:
·         menghormati dan mendorong masukan dari semua pemangku kepentingan
·         membawa objektivitas dengan pertimbangan masalah;
·         menghormati kemampuan para pemangku kepentingan untuk melakukan penilaian yang professional, dan
·         berkomitmen untuk menanggapi kebutuhan stakeholder pada bas tepat waktu


Members
PSAB menggunakan papan dan pendekatan task force untuk menetapkan standar dan bimbingan lainnya. Sebuah Kursi dibayar dan sebelas anggota relawan merupakan Dewan. PSAB bertanggung jawab untuk menyetujui semua dokumen untuk komentar dan standar akhir. Gugus tugas terdiri dari anggota relawan yang memiliki kepentingan tertentu atau keahlian dalam topik yang sedang dibahas. Gugus tugas untuk menyampaikan materi ini PSAB pertimbangan denga mengidentifikasi masalah, menilai alternatif, dan membuat rekomendasi.
Dewan Pengawan Standar akuntasi (AcSOC) menunjuk anggota Dewan. PSAB, melalui Ketua dan Direktur, menunjuk para anggota individual dari gugus tugas. Dewan dan tugas anggota pasukan yang dipilih untuk memastikan bahwa berbagai latar belakang, keterampilan dan pandangan yang dibawa untuk menanggung pada masalah yang dihadapi PSAB. Semua tingkat pemerintahan, organisasi pemerintah, legislatif auditor, auditor sektor swasta, akademisi dan lain-lain yang diwakili. Setiap individu membawa nya individu pandangan dan pendapat, dan bukan orang-orang dari organisasi yang ia dikaitkan. Setiap anggota Dewan memiliki satu suara. Wakil Presiden, Standar dan Direktur, Sektor Publik Akuntansi adalah non-voting anggota Dewan.

Due Process
PSAB mengikuti proses karena luas untuk menetapkan standar dan pedoman lainnya ditambah dengan kegiatan di  banyak komunikasi. Biasanya, due proses meliputi:
·         menyetujui proposal proyek;
·         merilis laporan prinsip untuk komentar publik;
·         meninjau tanggapan dan berurusan dengan isu yang diangkat;
·         draft paparan penerbitan standar yang diusulkan;
·         meninjau tanggapan dan berurusan dengan masalah yang diangkat, dan
·         mengeluarkan standar akhir.
Draft paparan Semua dan standar akhir harus menerima suara setuju dari sedikitnya delapan dari dua belas anggota secara tertulis sebelum dokumen-dokumen ini dapat dipublikasikan.



Transparansi
Rapat Dewan diadakan secara pribadi untuk melindungi pandangan rahasia dari anggota relawan nya. Namun, PSAB menerbitkan agendanya sebelum pertemuan, ringkasan keputusan selanjutnya ke sebuah pertemuan, makalah pendukung isu draf eksposur, dan dasar untuk dokumen kesimpulan, yang menyertai standar akhir. Selain itu, proses pembangunan didukung oleh kegiatan komunikasi yang komprehensif termasuk face-to-face pertemuan, presentasi, webcast, komunikasi elektronik dan berbagai writtenmaterial seperti dokumen bahasa sederhana, ringkasan eksekutif satu-halaman di bahasa non-teknis yang menyertai dokumen terbuka untuk untuk memberikan komentar.

Akuntabilitas
PSAB bertanggung jawab kepada AcSOC. AcSOC bertanggung jawab untuk memberikan masukan untuk rencana PSAB strategis dan annuals serta menilai kepatuhan PSAB untuk proses dan kinerja tahunan.
AcSOC adalah independen, relawan badan yang dibentuk oleh Institute of Chartered Accountants Kanada di 2000. Ini melayani kepentingan publik dengan mengawasi dan memberikan masukan pada kegiatan Akuntansi Dewan Standar (AcSB), yang menetapkan standar pelaporan keuangan untuk berorientasi pada keuntungan perusahaan, dan tidak-untuk-profit organisasi di sektor swasta, dan Sektor Publik Akuntansi Dewan (PSAB), yang menetapkan pelaporan keuangan standar bagi pemerintah dan organisasi mereka. Tanggung jawab AcSOC meliputi menunjuk AcSOC, AcSB dan anggota PSAB. Pelaporan kepada publik dan terdiri dari wakil-wakil yang termasuk regulator, investor dan pengguna lain, penyusun dan auditor dari laporan keuangan, AcSOC membawa luas perspektif untuk masalah kompleks yang dihadapi pembuat standar baik di sektor swasta dan publik.
Itu adalah suatu kehormatan untuk ditunjuk Ketua Akuntansi Sektor Publik Board (PSAB) dari tanggal 1 April 2011 sampai dengan 31 Maret 2012.
Dalam peran pertama saya, sebagai Ketua Satuan Tugas Modal Pemerintah Daerah Berwujud Aset, perubahan signifikan yang diwujudkan dengan akuntansi akrual penuh bergerak - sesuatu yang belum dicapai dalam sejarah Kanada meskipun banyak telah mencoba. Selanjutnya, sebagai anggota Dewan dan akhirnya Wakil Ketua isu-, penting tapi kontroversial seperti instrumen keuangan dan transfer pemerintah yang diselesaikan. Sebagai Ketua, saya melihat sebuah era baru dalam pelaporan keuangan sektor publik diperkenalkan dengan asumsi PSAB jawab untuk menetapkan standar untuk organisasi pemerintah.
Pada 2011 - 2012, PSAB umumnya memiliki tahun yang sukses, meskipun menghadapi beberapa tantangan.
Tujuan utama kami agenda teknis telah atau sedang dipenuhi. Yang paling penting, pekerjaan maju pada proyek kunci PSAB ini: Konsep Mendasari Kinerja Keuangan. Secara internasional, PSAB terus mempengaruhi pekerjaan Standar Akuntansi Sektor Publik Internasional (IPSASB) oleh berpartisipasi dalam pertemuan-pertemuan, mengomentari dokumen dan mendorong sektor publik Kanada untuk menanggapi dokumen mereka. Berkelanjutan kami komunikasi tujuan bertemu dengan jangkauan signifikan dan bantuan transisi diberikan kepada berbagai pemangku kepentingan.
Sepanjang tahun, PSAB melakukan survei konstituennya yang mengungkapkan kepuasan umum dengan kualitas dokumen yang dikeluarkan untuk komentar dan kami didorong oleh tanggapan yang berkaitan dengan kami komunikasi upaya. Namun, beberapa isu yang diangkat dengan jumlah waktu yang diberikan untuk menanggapi dokumen dan untuk menerapkan standar baru. PSAB mendengarkan dan merespon sesuai. Akhirnya, beberapa pemangku kepentingan menunjukkan bahwa agenda teknis PSAB itu tidak mencerminkan masalah utama yang mereka hadapi (yaitu, tingkat-diatur akuntansi dan kerangka kerja konseptual yang PSAB).
Seperti yang kita berkembang melalui 2011-2012, sejumlah perusahaan bisnis pemerintah membuat transisi untuk Standar Pelaporan Keuangan Internasional dan organisasi pemerintah lainnya menjadi sasaran yang CICA Sektor Publik Akuntansi (PSA) Handbook untuk pertama kalinya. Pada saat yang sama, pemerintah mereka organisasi mengikuti not-for-profit standar akuntansi memulai transisi mereka ke Handbook PSA untuk 1 Januari 2012. Ini menandai peristiwa penting dalam sejarah dan relevansi PSAB.
Namun, posisi Dewan pada tingkat-perusahaan pemerintah diatur bisnis berpose tantangan untuk beberapa. Dua provinsi melewati peraturan yang mewajibkan pendekatan yang berbeda daripada PSAB. Selanjutnya, posisi PSAB’s pada akuntansi untuk transfer pemerintah menerima perhatian yang signifikan dan menciptakan perdebatan yang aplikasi. PSAB akan perlu untuk tetap mencermati perkembangan lebih lanjut di daerah-daerah.
Cukup tidak dapat dikatakan tentang dukungan yang saya terima sebagai Ketua. Para anggota Dewan secara konsisten dan menyeluruh memperdebatkan isu-isu yang relevan, datang ke pertemuan dipersiapkan dengan baik dan bersama-sama membentuk pandangan. Namun, keberhasilan ini tidak mungkin terjadi tanpa kerja anggota pasukan PSAB ini tugas.
Saya akan lalai jika saya tidak menyebutkan staf PSAB. Dedikasi dan profesionalisme tidak pergi tanpa disadari. Saya berharap staf terbaru PSAB itu anggota, Antonella Risi, yang terbaik. Anda telah bergabung dengan tim yang hebat. Secara administratif, Mogul Edlene telah menjadi tambahan yang bagus, menyelenggarakan pertemuan dan menjaga semua Dewan dan tugas anggota satuan informasi dan terorganisir.
Istilah Morina Rennie sebagai anggota Dewan berakhir tahun ini dan, atas nama Dewan dan staf, saya ingin untuk berterima kasih atas kontribusi luar biasa dia membuat lebih dari jabatannya. Akhirnya, saya ingin berharap Rod Monette, Ketua masuk, yang terbaik dari keberhasilan.
Dengan Ketua, relawan dan staf, saya pensiun dari posisi sebagai Ketua yakin bahwa Kanada sektor publik akan tetap berada di garis depan global transparansi dan akuntabilitas. Tingkat kepatuhan dengan standar PSAB oleh pemerintah dan keberhasilan banyak organisasi pemerintah transisi ke Handbook PSA adalah bukti itu.

Indikator kinerja
Staf PSAB dibantu dengan pengembangan Tahap 3 dari Sektor Publik Standar Akuntansi Internasional Board (IPSASB) kerangka kerja konseptual dan memberikan rekomendasi untuk proyek-proyek lain seperti kombinasi sektor publik.
PSAB staf menanggapi semua lima dokumen yang dikeluarkan untuk komentar, catatan briefing disiapkan bagi anggota Kanada untuk setiap pertemuan pada item berbagai agenda dan, berdasarkan komentar yang diberikan oleh staf, memberikan kontribusi terhadap perubahan kata-kata dalam berbagai dokumen.

Latar belakang
The IPSASB isu International Standar Akuntansi Sektor Publik untuk menyelaraskan akuntansi sektor publik secara global. Umumnya, IPSASB bertemu empat kali per tahun dan menggunakan sejumlah tugas berbasis kelompok untuk mengembangkan bahan pertimbangan Dewan.
Keterlibatan PSAB dalam pekerjaan IPSASB ini dicapai melalui menghadiri dan berpartisipasi dalam pertemuan Dewan mereka, memberikan kontribusi bagi pengembangan berbagai standar, menyiapkan catatan briefing untuk delegasi Kanada dan memberikan komentar pada dokumen terkena.
Kanada, secara historis dikenal sebagai Dominion of Canada, adalah negara paling utara di Amerika Utara. Merupakan federasi dari 10 provinsi dan 3 teritori dengan sistem desentralisasi dan pemerintahan berbentuk monarki konstitusional. Dibentuk tahun 1867 dengan undang-undang Konfederasi.
Ibu kota Kanada adalah Ottawa, tempat parlemen nasional dan juga tempat tinggal Gubernur Jenderal dan Perdana Menteri. Merupakan bekas jajahan Perancis dan Britania Raya, Kanada adalah anggota La Francophonie dan Negara Persemakmuran.  
           
Sebagai negara maju, Kanada juga mempunyai standar akuntansi pemerintahan yang digunakan di negaranya. Karena masing-masing negara mempunyai standar yang berbeda untuk akuntansi pemerintahannya, begitu pula yang di Kanada. Yang pasti akan sangat berbeda dengan akuntansi pemerintahan di negara kita, Indonesia. Mungkin standarnya akan lebih rumit.
Akuntansi di Kanada, ada 3 lembaga yg menangani akuntansi: the Canadian Institute of Chartered Accountants (CA), the Certified General Accountants Association of Canada (CGA), & the Society of Management Accountants of Canada (CMA). CA & CGA dibentuk berdasarkan Undang-undang Parlemen berturut-turut pada tahun 1902 & 1913 sedangkan CMA didirikan dalam tahun 1920.
Program CA difokuskan menjadi akuntan publik & kandidat harus memiliki pengalaman auditing dari kantor akuntan publik; program CGA memberikan kebebasan bagi kandidatnya ukt memilih karier di bidanga keuangan; program CMA memfokuskan diri pada akuntansi manajemen.


Tantangan
Pada tahun 2010, Dewan Akuntansi Sektor Publik (PSAB) menyetujui standar baru pada transfer pemerintah, dengan tanggal efektif tanggal 1 April 2012. Alamat-alamat standar transfer dari kedua pentransfer dan yang penerima perspektif. Dalam beberapa hal, itu adalah standar terobosan dalam otoritatif lainnya standar tidak secara khusus membahas masalah kapan entitas memiliki kewajiban untuk membuat transfer (Pentransfer) dan banyak memiliki masalah warisan yang tersisa dengan cara penerima akan menjelaskan transfer.
Standar akuntansi sektor swasta Kanada tidak secara khusus menangani masalah pengalih namun mengatasi pengakuan pendapatan dari perspektif penerima. Akuntansi Sektor Publik Internasional Board (IPSASB), IPSAS 23, Pendapatan Non-Transaksi Bursa (Pajak dan Transfer), hanya alamat penerima akuntansi (menggunakan perspektif kewajiban untuk pengakuan pendapatan) tetapi tidak memberikan pedoman akuntansi pengalih. Selanjutnya, sebagian ada standar lain (khususnya untuk modal transfer) terus memerlukan penangguhan dan pendekatan amortisasi untuk pengakuan pendapatan. Bagian PS 3410, Transfer Pemerintah, mengambil pandangan menggunakan definisi kewajiban untuk menentukan kapan pendapatan harus diakui. Pandangan ini, yang tidak mencerminkan standar saat ini sektor swasta, didukung oleh IPSASB dan proposal di bawah Standar Akuntansi Internasional (IASB), Pendapatan Kontrak dengan proyek Pelanggan.
PSAB menyadari bahwa itu tidak mungkin untuk mencapai kesepakatan dengan standar di antara semua pemangku kepentingan. Setelah konsultasi yang cukup (draft paparan tiga dan 350 tanggapan), Dewan mengambil pandangan bahwa Keputusan harus dibuat, mengakui bahwa standar mungkin tidak menemukan penerimaan oleh beberapa stakeholder.
Sebagai standar baru saja mulai berlaku, ada isu-isu yang berkaitan dengan permukaan ketika kewajiban harus diakui oleh pemerintah yang mentransfer sumber daya dan, dari sudut pandang penerima, ketika Pendapatan harus diakui. PSAB akan terus mencermati perkembangan lebih lanjut di daerah-daerah.
 Tingkat-perusahaan diatur
Tingkat-perusahaan diatur baik di swasta dan sektor publik mengikuti persyaratan akuntansi dalam pra-changeover standar akuntansi di V Bagian dari Buku Pegangan CICA – Akuntansi.
Setelah penerapan Standar Internasional IASB Pelaporan Keuangan (SAK) di Bagian I CICA Handbook - Akuntansi, pada tahun 2007, PSAB diubah Pengantar untuk Akuntansi Sektor Publik Standar yang menunjukkan bahwa perusahaan bisnis pemerintah semua harus mematuhi standar yang berlaku untuk perusahaan publik akuntabel dalam Bagian I. PSAB setuju bahwa tanggal efektif untuk bisnis pemerintah perusahaan akan mencerminkan bahwa yang direkomendasikan oleh Dewan Standar Akuntansi (AcSB). PSAB menegaskan posisinya dan tanggal efektif lagi pada tahun 2009.
Standar dalam Bagian I tidak secara spesifik membahas isu-isu yang berkaitan dengan efek dari regulasi tingkat. Karena Bagian V dari Buku Pegangan CICA - Akuntansi diizinkan efek tertentu peraturan tingkat menjadi dicatat sesuai dengan petunjuk tersebut, industri yang bersangkutan tentang kurangnya bimbingan untuk tingkat-diatur perusahaan di bawah BagianI.
Ketidakpastian yang diberikan untuk saat IASB mungkin mengatasi masalah, pada bulan Oktober 2010, AcSB menangguhkan efektif tanggal mengadopsi Bagian I dari Buku Pegangan CICA - Akuntansi dengan tingkat-perusahaan diatur sampai 1 Januari 2012. Baru-baru ini, para AcSB telah memperpanjang tanggal efektif untuk satu tahun lagi.
Setelah berkonsultasi dengan Dewan Pengawasan Standar Akuntansi dan musyawarah banyak pada apakah pendekatan alternatif harus diambil, PSAB tetap teguh dalam pandangannya bahwa sama pendekatan yang dilakukan oleh AcSB harus diikuti untuk sektor publik. PSAB terus memantau perkembangan di daerah ini.


BAB III
KESIMPULAN

Kanada merupanakan negara terbesar kedua di dunia setelah Rusia, dimana negara tersebut menganut sistem pemerintahan demokrasi federal yang menyatukan sejumlah komunitas poltik yang berbeda di bawah pemerintahan bersama untuk menangani keperluan-keperluan tertentu masing-masing daerah.  Bentuk pemerintahan ini mempertimbangkan realita geografis Kanada, keanekaragaman masyarakat budayanya dan warisan dwi-hukum dan dwi-bahasa. Kanada mempunyai tiga tingkat pemerintahan: federal, propinsi dan teritori, dan kotamadya (lokal atau regional). Pemerintah kanada bertanggung jawab untuk menginformasikan tentang kepengurusan yuridis merkea kepada publik/ masyarakat. Informasi tersebut biasanya dalam bentuk laporan tahunan yang mencakup akuntansi transaksi keuangan pemerintah untuk periode fiskal. 
Di Kanada, latihan pelaporan keuangan pada umumnya diatur oleh pedoman akuntansi yang ditetapkan oleh badan independen Dewan Akuntansi Sektor Publik standar (Public Sector Accounting Board/ PSAB) dari Institut Akuntan Chartered Kanada. PSAB dalam "Akuntansi Sektor Publik Handbook" menyatakan bahwa laporan keuangan pemerintah harus mengkonsolidasikan laporan keuangan dari semua organisasi di bawah kendali mereka dengan pengecualian dari perusahaan bisnis pemerintah. Perusahaan bisnis Pemerintah harus dilaporkan dalam Ikhtisar laporan keuangan pemerintah secara ekuitas dimodifikasi.
 Aktiva bersih perusahaan bisnis pemerintah dicatat sebagai investasi (aset keuangan) pada laporan laba rugi konsolidasi pemerintah tentang posisi keuangan, sedangkanlaba bersih perusahaan bisnis pemerintah disajikan sebagai bagian yang terpisah pada laporan pendapatan pemerintah. Laporan keuangan konsolidasi umumny terdiri dari unit penerintah seperti rumah sakit, universitas, sekolah-sekolah, dan pendapatan dana konsolidasi, yang telah direvisi pemerntah untuk mematuhi pedoman PSAB, dimana nantinya unit-unit ini pada akhirnya akan digabungkan dengan menggunakan garis penuh oleh metode garis konsolidasi.