Sabtu, 12 Januari 2013

Contoh Kata Bersinonim, Berantonim, Berhomonim, Berhomograf, Berhomofon, Berhiponim, dan Berpolisemi


Sinonim, Antonim, Homonim, Hiponim, dan Polisemi

 Kata Bersinonim, Berantonim, Berhomonim,
Berhomograf, Berhomofon, Berhiponim, dan Berpolisemi

a. Kata yang Bersinonim
Suatu kata yang mempunyai makna yang sama dan dapat saling menggantikan
disebut dengan sinonim.
Contoh: benar = betul
Contoh dalam kalimat:
- Jawaban Anda benar.
- Jawaban Anda betul.
Kadang ada juga kata-kata yang awalnya bermakna sama, tetapi kemudian
menjadi berbeda makna karena pengaruh makna konotasi yang terkandung
dalam kata itu. Contoh: kata buruh, pegawai, karyawan. Kata-kata jenis ini
termasuk kata bersinonim yang bernuansa.


Sinonim adalah dua kata (atau lebih) yang memiliki persamaan makna.
Contoh:   cantik-cakep
               cinta-sayang
Kata yang bersinonim tidak selamanya dapat saling menggantikan. Maksud pernyataan ini adalah dua buah kata yang bersinonim dalam beberapa kalimat memang bisa saling menggantikan, namun pada beberapa kalimat lainnya tidak.
Contoh:
1.      Dita cinta pada orang tuanya.
2.      Dita sayang pada orang tuanya.
3.      Dita suka pada orang tuanya.
4.      Dita senang pada orang tuanya.
5.      Dita sayang kucing.
6.      Dita suka kucing.
7.      Dita senang kucing.
8.      Dita cinta kucing.
Pada kalimat 1,2, dan 3  kata cinta, sayang, dan suka bersinonim dan bisa saling menggantikan. Namun, penggunaan kata senang pada kalimat keempat kurang tepat karena nilai rasa yang berbeda. Pada kalimat 5,6, dan 7 kata sayang, suka dan senang bersinonim dan dapat saling menggantikan. Namun, antara kalimat 5,6,7 dengan kalimat 8 kata cinta tidak bisa saling menggantikan karena nilai rasa yang berbeda. Dalam bahasa Inggris  keempat kata ini (cinta, sayang, senang, dan suka menggunakan kata yang sama yaitu ”love”, jadi dalam bahasa Inggris kata love bisa digunakan pada beberapa kalimat tanpa ada nilai rasa yang berbeda. I love cat dalam bahasa Indonesia berarti saya sayang/suka kucing bukan ”Saya cinta kucing”. Kata suka dan senang dalam bahasa Indonesia bisa juga disebut dengan ”like” dalam bahasa Inggris. Jadi, dalam bahasa Inggris kata ”love” dan ”like” bersinonim. Seperti halnya dalam bahasa Indonesia kata yang bersinonim dalam bahasa Inggris pun tidak selalu bisa saling menggantikan.


b. Kata yang Berantonim
Antonim maksudnya adalah kata yang berbeda atau berlawanan
maknanya. Jenis-jenis kata antonim ini dapat dibedakan menjadi berikut
ini.
1) Antonim kembar, yaitu antonim yang melibatkan pertentangan antara
dua kata.
Contoh: hidup >< mati

2) Antonim majemuk, yaitu antonim yang melibatkan pertentangan antara
banyak kata.
Contoh: - Sepatu itu tidak merah.
Oleh karenanya, kalimat itu mencakup pengertian bahwa sepatu itu
putih, sepatu itu cokelat, dan sebagainya.

3) Antonim gradual, yaitu pertentangan dua kata dengan melibatkan
beberapa tingkatan. Contoh: - Rumah itu sederhana.
Contoh kalimat di atas bisa bermakna: tidak mewah dan sangat
sederhana.

4) Antonim hierarkis, yaitu pertentangan antara kata-kata yang maknanya
berada dalam posisi bertingkat.
Contoh: Januari-Februari-Maret, April, dan sebagainya.

5) Antonim relasional, yaitu pertentangan antara dua buah kata yang
kehadirannya saling berhubungan.
Contoh: suami-istri

c. Kata Berhomonim
Kata- kata yang bentuk dan cara pelafalannya sama, tetapi memiliki makna
yang berbeda disebut dengan kata berhomonim.
Contoh: - kata genting
Contoh dalam kalimat:
- Karena terjadi kerusuhan, Kota Ambon dalam keadaan genting. (gawat)
- Ayah sedang memperbaiki genting yang bocor. (atap)

d. Kata yang Berhomograf
Kata-kata yang tulisannya sama tetapi pelafalan dan maknanya berbeda
sering dikatakan sebagai kata yang berhomograf.
Contoh: kata apel
Contoh dalam kalimat:
- Adik suka makan buah apel.
- Karyawan itu wajib mengikuti apel pagi.

e. Kata yang Berhomofon
Kata-kata yang cara pelafalannya sama tetapi penulisan dan maknanya
berbeda sering disebut dengan homofon.
Contoh: kata bang
Contoh dalam kalimat:
- Bang Yogi naik sepeda motor.
- Ayah pergi ke bank untuk menyetor tabungan.

f. Kata yang Berhiponim
Kata-kata yang mempunyai hubungan antara makna spesifik dan makna
generik.
Contoh:
- ayam, kucing, kelinci, kuda merupakan hiponim dari hewan
- melati, mawar, anggrek, kenanga merupakan hiponim dari bunga

g. Kata yang Berpolisemi
Dalam bahasa Indonesia, sering dijumpai kata-kata yang menanggung
beban makna yang begitu banyak. Inilah yang disebut polisemi. Misalnya,
kata kepala.
Dari kata kepala ini dapat dijabarkan menjadi berikut ini.
1) Bagian atas suatu benda, contoh: kepala surat.
2) Sebagai kiasan atau ungkapan, contoh: kepala batu.
3) Berarti pemimpin, contoh: kepala negara.




sumber:
http://bahasaindonesiayh.blogspot.com/2012/05/sinonim-antonim-homonim-hiponim-dan.html
http://guruvedia.wordpress.com/2011/10/14/kosa-kata-unik-dan-menarik-dalam-bahasa-indonesia/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar